Sampah Angkasa Makin Berbahaya

Jumlah sampah yang mengorbit Bumi dinilai bisa saling bertabrakan, yang pada gilirannya akan menambah jumlah pecahan sampah. Ini semua menambah risiko kerusakan pada pesawat-pesawat antariksa.

7 Pelajaran Dari Air

Air yang Kotor akan Terlihat Jernih saat Mengalir Deras

Tips Menghadapi SNMPTN

SNMPTN sudah dekat Sobat. Sudah siapkah kalian ??? Apa aja yang perlu kalian siapakan. Semua ada di sini.

Pengakuan dari Setan !!! Nyata !! (Video)

Mereka merupakan makhluk cerdas dengan berbagai tipu daya untuk menjerumuskan manusia pada kemaksiatan. Seperti apa cara mereka ???

Misteri dan Rahasia Adzan Shalat Subuh

"Ash shalaatu khairun minan naum" Jika kita terjemahkan, akan berarti "Sholat itu lebih baik daripada tidur". Tetapi coba perhatikan baik baik. Mengapa kalimat itu hanya dikumandangkan saat adzan subuh saja?

Rabu, 29 Februari 2012

Akan Indah pada Waktunya ( Part II)

Sobat,ada yang menarik dari kehidupan kita setelah beranjak ke fase remaja dan menuju dewasa. Seiring bertambahnya umur, tak bisa ditepis pula ketika sang jiwa mulai menapaki kasih sang bidadari,atau sebaliknya. Namun, sayangnya kefitrahan sang bidadri justru dipertaruhkan atas nama cinta. Ya C.I.N.T.A,,cinta seringkali menapaki relung jiwa setiap insan dan hal ini jelas merupakan hal kodrati bagi setiap insan yang sudah diciptakan berpasang-pasangan oleh Allah SWT. Ada sebuah syair yang mungkin dapat memberi gambatan pada kita akan perjalanan menuju kefitrahan cinta sejati.

Sobat,Akan ada hari,
dimana Allah menjadi saksi saat lingkarkan ikatan sudi mitsaqan ghalidza,
di jariku yang kau pilih,
walau aku tak sempurna layaknya istri sang nabi.
Akan ada hari,
dimana kulingkarkan pula sumpah setia di jarimu,
yang kupilihsebagai imamku,
yang surga-Nya tak bisa dimasuki tanpa ridhp darimu.
Akan ada hari,
dimana akan kugelar sajadahmu dan sajadahku,
kita bersujud dalam sepenggalwaktu yang sama,
dan do'a yang terucap darimu akan ku amini juga dalam hati,
satu shaf di belakangmu.
Akan ada hari,
dimana akan selalu kunanti tausiyahmu sebagai pengantar tidurku,
dan rasa syukur karna-Nya yang telah memberi cinta yang kutujukan padamu.
Akan ada hari,
dimana kau kumandangkan adzan di balik daun telinga sosok mungil,
yang kelak sebagian parasku dan sebagian tingkahmu.
Akan ada hari,
dimana keteladananmu akan mengiringi tugasku,
sebagai madrasah dan majelis ilmu bagi keturunan kita.
Akan ada hari,
dimana kita akan melihat nisan dan sepetak lahan berdampingan,
untuk nanti ketika esok tak ada lagi.
Akan ada hari,
dimana salah satu dari kita menghadap illahi,
dengan pendamping soleh dan solehah,
yang setia menemani sampai akhir perjalanan nanti.

Dan aku akan sabar menanti,
semoga Allah mengizinkan sakinah bersamamu hadir suatu hari nanti,
hingga kelak dikumpulkan kembali,
sampai di surga-Nya nanti,
Aminn :)

# Polaritz al Zidarizta

Orang "Paling Kaya"

Siapakah orang yang paling kaya di dunia saat ini?
"Yang punya perusahaan Microsoft; Bill Gates!" Mungkin inilah jawaban yang terlontar, andaikan salah seorang dari kita dihadapkan pada pertanyaan di atas. Atau bisa jadi jawabannya, "Pemain bola anu!" atau "Artis itu!"
Berbagai jawaban di atas barangkali akan sangat dianggap wajar karena barometer kekayaan di benak kebanyakan orang saat ini diukur dengan kekayaan harta duniawi. Padahal, jika menggunakan barometer syariat, bukan merupakan hal yang mustahil bahwa kita pun amat berpeluang untuk menjadi kandidat orang paling “kaya”!
Orang paling kaya di mata syariat
Orang paling kaya, jika diukur dengan timbangan syariat, adalah: orang yang paling nrimo.
Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
"Kekayaan tidaklah diukur dengan banyaknya harta, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati." (HR. Bukhari dan Muslim; dari Abu Hurairah)
Kaya hati, atau sering diistilahkan dengan "qana'ah", artinya adalah 'nrimo (menerima) dan rela dengan berapa pun yang diberikan oleh Allah Ta'ala.
Berapa pun rezeki yang didapatkan, dia tidak mengeluh. Mendapat rezeki banyak, bersyukur; mendapat rezeki sedikit, bersabar dan tidak mengumpat.
Andaikan kita telah bisa mengamalkan hal di atas, saat itulah kita bisa memiliki kans besar untuk menjadi orang terkaya di dunia. Ujung-ujungnya, keberuntunganlah yang menanti kita, sebagaimana janji Sang Musthafa shallallahu 'alaihi wa sallam,
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ
"Beruntunglah orang yang berislam, dikaruniai rezeki yang cukup, dan dia dijadikan menerima apa pun yang dikaruniakan Allah (kepadanya)." (HR. Muslim; dari Abdullah bin 'Amr)
Berdasarkan barometer di atas, bisa jadi orang yang berpenghasilan dua puluh ribu sehari dikategorikan orang kaya, sedangkan orang yang berpenghasilan dua puluh juta sehari dikategorikan orang miskin. Pasalnya, orang pertama merasa cukup dengan uang sedikit yang didapatkannya. Adapun orang kedua, dia terus merasa kurang walaupun uang yang didapatkannya sangat banyak.
Bagaimana mungkin orang yang berpenghasilan dua puluh ribu dianggap berkecukupan, padahal ia harus menafkahi istri dan anak-anaknya?
Ya, selain karena keberkahan yang Allah limpahkan dalam hartanya, juga karena ukuran kecukupan menurut Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam adalah sebagai berikut,
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
"Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya." (HR. Tirmidzi; dinilai hasan oleh Al-Albani)
Kiat membangun pribadi yang qana'ah
Di antara resep sukses membentuk jiwa yang qana'ah adalah dengan melatih diri untuk menyadari seyakin-yakinnya bahwa rezeki hanyalah di tangan Allah dan yang kita dapatkan telah dicatat oleh Allah Ta'ala, serta tidak mungkin melebihi apa yang telah ditentukan-Nya, walaupun kita pontang-panting dalam bekerja.
Allah Ta'ala mengingatkan,
وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا
"Tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin rezekinya oleh Allah." (QS. Hud:6)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menasihatkan,
إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوْتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ، فَلاَ تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ، وَاتَّقُوا اللهَ أَيُّهَا النَّاس، وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ، خُذُوْا مَا حَلَّ وَدَعُوْا مَا حَرُمَ
"Sesungguhnya, seseorang di antara kalian tidak akan mati kecuali setelah dia mendapatkan seluruh rezeki (yang Allah takdirkan untuknya) secara sempurna. Maka, janganlah kalian bersikap tidak sabaran dalam menanti rezeki.  Bertakwalah kepada Allah, wahai manusia! Carilah rezeki secara proporsional, ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram." (HR. Al-Hakim; dari Jabir; dinilai sahih oleh Al-Albani)
Buah manis qana'ah
Sebagai suatu karakter yang terpuji, qana'ah tentunya menumbuhkan sifat-sifat positif lainnya, yang tidak lain adalah buah dari qana'ah itu sendiri. Di antaranya:
Pertama: Qana'ah menjadikan seseorang tidak mudah tergiur untuk memiliki harta yang dimiliki orang lain.
Dia merasa cukup dengan apa yang telah dimilikinya, sehingga dia selalu hidup dalam ketenteraman dan kedamaian batin. Dia tidak pernah iri maupun dengki dengan kelebihan nikmat yang Allah limpahkan pada orang lain.
Karakter istimewa inilah yang Allah rekam sebagai salah satu perangai para sahabat Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam, tatkala Dia menceritakan kondisi mereka yang fakir,
يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاء مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَاهُمْ لاَ يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافاً
"(Orang lain)--yang tidak tahu--menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya, karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (wahai Muhammad), mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta dengan cara mendesak kepada orang lain." (QS. Al-Baqarah:273)
Kedua: Qana'ah menempa jiwa seseorang untuk tidak mengadu tentang kesusahan hidupnya, melainkan hanya kepada Allah Yang Mahakaya.
Inilah salah satu tingkatan tawakal tertinggi, yang telah dicapai oleh para nabiyullah. Sebagaimana yang Allah ceritakan tentang Nabi Ya'kub 'alaihis salam,
قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللّهِ
"Dia (Ya'kub) berkata, 'Hanya kepada Allah, aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.'" (QS. Yusuf:86)
Mengapa para kekasih Allah hanya mengadu kepada-Nya? Karena keyakinan mereka yang begitu mendalam bahwa dunia seisinya tidak lain hanyalah kepunyaan Allah. Lantas mengapa tidak meminta saja kepada Yang Maha Memiliki segalanya, dan kenapa harus meminta kepada zat yang apa yang dimilikinya tidak lain hanyalah bersumber dari Yang Maha Memiliki?
Namun, realita berkata lain. Rata-rata, kita masih lebih suka mengetuk pintu para makhluk sebelum mengetuk pintu Sang Khalik. Karena itulah, para ulama mengingatkan, "Siapakah di antara kita yang meminta kebutuhannya kepada Allah sebelum ia memintanya kepada manusia?"
Qana'ah berarti tidak bekerja dan ikhtiar?
Janganlah dipahami dari seluruh keterangan di atas, bahwa kita tidak perlu bekerja dengan alasan qana'ah. Sehingga, cukup duduk berpangku-tangan di rumah, dengan dalih: kalaupun sudah saatnya hujan emas, niscaya akan turun juga!
Qana'ah tidaklah seperti itu, karena qana'ah maksudnya: seorang hamba bekerja semampunya dengan tetap memperhatikan rambu-rambu syariat. Setelah itu, berapa pun hasil yang didapatkan dari kerjanya, diterimanya dengan penuh rasa ridha tanpa menggerutu.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan hakikat tawakal dan korelasinya dengan ikhtiar, dalam sebuah perumpamaan yang sangat detail,
لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا
"Andaikan kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, niscaya kalian akan mendapatkan rezeki sebagaimana burung memperoleh rezeki. Dia pergi di pagi hari dalam keadaan perut kosong, lalu pulang di sore harinya dalam keadaan perut kenyang." (HR. Tirmidzi, dan beliau berkomentar bahwa hadis ini hasan sahih)
Ya, tentunya supaya burung bisa memenuhi perutnya, ia harus “mencari nafkah”! Dan inilah tawakal yang sebenar-benarnya; berikhtiar lalu hasilnya serahkan pada Allah ta'ala.

Polisi Ganteng Siap Main Sinetron

Nama Bripda Saeful Bahri menjadi perbincangan di dunia maya. Jejaring sosial bersahut-sahutan menanggapi foto polisi yang bertugas di Satuan Sabhara Polrestabes Bandung ini. Saeful pun mendadak menjadi selebritas. Wajahnya mulai tampil di media dan juga televisi. Bahkan, ia juga ditawari menjadi bintang sinetron.

Saeful yang ditemui di Studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan tidak menolak tawaran bermain sinetron jika mendapatkan izin dari atasannya.

"Kalau ada tawaran-tawaran main sinetron atau nyanyi, saya siap melalui prosedur seizin pimpinan," kata Saeful tersenyum.


Ia menambahkan, beberapa tawaran untuk bermain sinetron sudah menghampirinya. Namun, ia belum bisa memberikan jawaban atas tawaran-tawaran yang datang tersebut.

"Kalau saya sih siap-siap saja, tapi belum ada yang diiyakan karena saya kan belum izin," ucapnya.

Meski nantinya ia mendapat kesempatan untuk bermain sinetron, Saeful berjanji ia tak akan melupakan tugasnya sebagai polisi. Tak hanya itu, Saeful juga tak akan mengikuti jejak Norman Kamaru yang melepas seragamnya dan memilih konsentrasi sebagai artis.

"Kalau fokus saya tetap fokus di kedinasan saya. Insya Allah saya tidak akan meninggalkan seragam saya," ujarnya. (eh)